Anak Kecil Yang Belum Mumayyiz Di Shaf Orang Dewasa, Bolehkah

💢💢💢💢💢💢💢💢

Bismillahirrahmanirrahim..

Sebelumnya, dipahami dulu apa itu usia tamyiz, orangnya disebut mumayyiz.

Dalam Al Mausu’ah disebutkan:

ุณู†ู‘ ุงู„ุชู‘ู…ูŠูŠุฒ ุŒ ูˆู…ุฑุงุฏู‡ู… ุจุฐู„ูƒ ุชู„ูƒ ุงู„ุณู‘ู†ู‘ ุงู„ู‘ุชูŠ ุฅุฐุง ุงู†ุชู‡ู‰ ุฅู„ูŠู‡ุง ุงู„ุตู‘ุบูŠุฑ ุนุฑู ู…ุถุงุฑู‘ู‡ ูˆู…ู†ุงูุนู‡

Usia tamyiz maksudnya adalah usia berakhirnya kanak kanak, di mana sudah mengetahui apa-apa yg berbahaya dan bermanfaat bagi dirinya.

(Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah)

Usia berapakah itu? Para ulama berbeda pendapat; sebagian mengatakan tidak ada ketentuan baku yang penting sifatnya yaitu anak tsb sudah dapat membedakan bahaya dan manfaat. Sementara mayoritas ulama mengatakan tujuh tahun, berdasarkan perintah Rasulullah ๏ทบ agar anak usia tujuh tahun diajarkan shalat. Inilah pendapat yang lebih kuat. Insya Allah. Sehingga usia tujuh tahun ke atas adalah mumayyiz, dan di bawahnya masih ghairu mumayyiz.

Kemudian, bagaimana hukum anak-anak yang ghairu mumayyiz shalat satu barisan dengan orang dewasa? Yaitu Anak-anak usia 2,3,4,5,6 tahun?

Para ulama mengatakan hal itu tidak diperkenankan. Hal ini tidak bisa disamakan dengan hukum menggendong anak, sebab menggendong bukanlah berbaris dalam shaf. Itu dua hal berbeda, menggendong anak sendiri adalah hal yang dibolehkan dalam shalat berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan penjelasan ulama.

Dalam Al Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah:

ูุฅู† ุณู† ุงู„ุณุจุน ุณู†ูŠู† ู‡ูŠ ุณู† ุงู„ุชู…ูŠูŠุฒ ุนู†ุฏ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ู…ุฑูˆุง ุฃูˆู„ุงุฏูƒู… ุจุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆู‡ู… ุฃุจู†ุงุก ุณุจุน ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุบูŠุฑู‡

Usia tujuh tahun adalah usia tamyiz menurut mayoritas ulama, berdasarkan hadits: “Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat saat mereka berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Daud)

ูˆู…ู† ุฏูˆู† ุณุจุน ุฃูˆ ุจุนุจุงุฑุฉ ุฃุฏู‚ุŒ ุงู„ุตุจูŠ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ู…ูŠุฒ ู„ุง ุชุตุญ ุตู„ุงุชู‡ุŒ ูˆู…ู† ุซู… ูู„ุง ูŠุดุฑุน ุฃู† ูŠู‚ุงู… ููŠ ุงู„ุตู ูˆู„ุง ู†ุนู„ู… ููŠ ู‡ุฐุง ุฎู„ุงูุง ุจูŠู† ุงู„ุนู„ู…ุงุกุŒ ุจู…ู† ููŠ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ

Anak-anak usia belum tujuh tahun, atau anak yang belum tamyiz, tidak sah shalatnya. Oleh karena itu mereka tidak disyariatkan berada di shaf, dan kami tidak ketahui adanya perbedaan pendapat dalam hal itu dalam fiqih imam empat madzhab.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 117696)

Maka, keberadaan mereka di shaf orang dewasa dianggap seperti tidak ada, itulah yang diistilahkan dengan memutuskan shaf. Ini ketetapan semua ulama di empat madzhab.

Solusinya, anak-anak tersebut pisahkan dan diawasi oleh orang dewasa agar tidak ribut. Pengawas ini tak ubahnya seperti security masjid al haram atau nabawi, yg mana mereka bisa menunda shalatnya untuk keamanan dan kenyamanan shalat berjamaah.

Ada pun yang sudah berusia di atas tujuh tahun, tidak apa-apa bersama shaf orang dewasa. Telah banyak dan shahih, riwayat sebagian sahabat yang berada di shaf orang dewasa seperti Ibnu Abbas, bahkan Amr bin Salamah pernah menjadi imam shalat padahal usianya masih 7 tahun.

Demikian. Wallahu a’lam

🌿🌺🌷🌻🌸🍃🌴🌵

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top