Kriteria Imam Salat

▫▪▫

 PERTANYAAN

Assalamualaikumww. Ustadz Farid Numan, Bagaimanakah kriteria imam salat rawatib di masjid menurut para imam mazhab, khususnya mazhab syafii, dan tertulis di kitab apa? Jazakallah khairan (+62 878-7086-xxxx)

 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Yang berhak jadi imam shalat:

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانَتْ قِرَاءَتُهُمْ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ

Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling bagus bacaannya terhadap Kitab Allah dan yang paling lama mempelajari bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang lebih dahulu hijrahnya. Jika hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya.

Dan janganlah engkau mengimami seorang laki-laki di wilayah kekuasaannya (rumah atau keluarganya), dan jangan duduk di tempat yang dimuliakannya dalam rumahnya, kecuali jika ia mengizinkanmu atau dengan izinnya.

(HR. Muslim no. 673)

Bagaimana menurut mazhab Syafi’i? Imam An Nawawi menjelaskan:

وقال مالك والشافعي وأصحابهما : الأفقه مقدم على الأقرأ ؛ لأن الذي يحتاج إليه من القراءة مضبوط والذي يحتاج إليه من الفقه غير مضبوط ، وقد يعرض في الصلاة أمر لا يقدر على مراعاة الصواب فيه إلا كامل الفقه قالوا ولهذا قدم النبي صلى الله عليه وسلم أبا بكر رضي الله عنه في الصلاة على الباقين مع أنه نص صلى الله عليه و سلم على أن غيره أقرأ منه ، وأجابوا عن الحديث بأن الأقرأ من الصحابة كان هو الأفقه ، لكن في قوله: ” فإن كانوا في القراءة سواء ، فأعلمهم بالسنَّة ” دليل على تقديم الأقرأ مطلقاً

“Malik, asy-Syafi‘i, dan para pengikut keduanya (Malikiyah dan Syafi’iyah) berkata: Yang lebih faqih (lebih dalam pemahamannya) didahulukan daripada yang lebih bagus bacaannya. Sebab, kebutuhan dalam masalah bacaan itu terukur (jelas batasannya), sedangkan kebutuhan dalam masalah fikih tidak terukur; dan mungkin terjadi dalam shalat suatu keadaan yang tidak dapat diketahui cara benarnya kecuali oleh orang yang sempurna pemahamannya dalam fikih.

Mereka (ulama) berkata: Karena itulah Nabi ﷺ mendahulukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu sebagai imam shalat atas para sahabat lainnya, padahal Nabi ﷺ telah menegaskan bahwa ada sahabat lain yang lebih baik bacaannya dibanding beliau.

Mereka menjawab (syubhat tentang) hadits tersebut bahwa para sahabat yang paling baik bacaannya adalah juga yang paling faqih. Namun dalam sabdanya: ‘Jika mereka sama dalam bacaan, maka yang lebih mengetahui sunnah (yang didahulukan),’ terdapat dalil bahwa yang lebih baik bacaannya (al-aqra’) itu lebih utama secara mutlak.”

(Syarh Shahih Muslim, 5/177)

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top