Daftar Isi
PERTANYAAN
Assalamu ‘alaikum wr wb…
Izin bertanya Ustadz tentang kegiatan Manaqiban menurut pandangan Islam tidak menurut pandangam Ormas NU atau Muhammadiyah atau Ormas lain… 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
JAWABAN
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Manaqib (المناقب) adalah bentuk jamak dari manqabah (المنقبة).
Secara bahasa, manqabah berarti sifat terpuji, keutamaan, kemuliaan, atau kelebihan seseorang.
Sedangkan secara istilah, manaqib adalah kisah atau riwayat yang memuat keutamaan, kemuliaan, akhlak, jasa, perjuangan, dan keistimewaan seseorang, khususnya tokoh yang dianggap memiliki kedudukan atau jasa besar.
Jika manaqiban sekadar berkumpul untuk membaca dan mendengarkan siroh para ulama dan shalihin, agar kita dapat mengambil pelajaran dan meneladani mereka maka tidak apa-apa.
Dalam syariat, dibolehkan mengambil pelajaran dari kisah-kisah, baik kisah-kisah para nabi, orang shaleh, atau kisah-kisah orang zalim. Allah Ta’ala berfirman:
فَٱقۡصُصِ ٱلۡقَصَصَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ
Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir. (QS. Al A’raf: 176)
Ayat lainnya:
{ نَتۡلُواْ عَلَيۡكَ مِن نَّبَإِ مُوسَىٰ وَفِرۡعَوۡنَ بِٱلۡحَقِّ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ }
Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan sebenarnya untuk orang-orang yang beriman. (QS. Al Qashash: 3)
Maka selama diisi seperti ini, tidak mengapa. Hanya saja yang sering terjadi, banyak yang hadir tidak mengerti apa yang dibaca maka sebagusnya manaqib tersebut diterjemahkan ke bahasa Indonesia agar dipahami pendengarnya.
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan


