PERTANYAAN
Bismillah..
Assalamu’alaikum ustadz
Ustadzbagaimana kabarnya, semoga selalu sehat nggih..Aamiin..
Ustadz boleh bertanya ndak..
Jika puasa ikut pemerintah ditanggal 19 Februari nanti tetapi sholat ied ikut muhamadiyah ditanggal 20 Maret(29 hari), apakah diperbolehkan ustdzah?krn rencana lebaran di Jogja yg mayoritas di daerah sekitar ikut Muhamadiyah ustadz
JAWABAN
Wa’alaikumusalam wa Rahmatullah wa Barakatuh
Idealnya, ia konsisten dengan apa yang diikutinya. Jika ia sejak awal ikut keputusan pemerintah, maka seterusnya ia ikuti pemerintah.
Tetapi, jika:
– di daerahnya rata-rata berbeda hari dengan pemerintah
– dengan perbedaan yang masih bisa ditolerir, dan tidak membuat puasanya menjadi hanya 28 hr atau 31 hari..
– juga dengan pertimbangan untuk menghindari fitnah dan konflik dengan keluarga dan masyarakat di daerahnya berada,
maka silahkan.. Ia ikuti apa yang terjadi di daerahnya. Untuk menjaga ukhuwah, sebab ukhuwah itu mesti nampak dan perselisihan itu buruk.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ, وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ, وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ
“Puasa itu adalah di hari kalian (umat Islam) berpuasa, hari raya adalah pada saat kalian berhari raya, dan berkurban/ Idul Adha di hari kalian berkurban.” (HR. At Tirmidzi no. 697, Shahih. Lihat Ash Shahihah No. 224)
Imam At Tirmidzi menjelaskan: “Dan sebagian ahli ilmu menafsirkan hadits ini, mereka berkata : makna hadits ini adalah berpuasa dan berbuka adalah bersama jama’ah dan mayoritas orang (Ummat Islam).” (Ibid)
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan


