Mengenal Madzhab Syafi’iy

(Disarikan dari Muqadimah kitab Al Muharrar fi Fiqhil Imam Asy Syafi’iy, karya Imam Abul Qasim Ar Rafi’iy, Jilid. 1. Cet. 1. 2013M. Penerbit: Darus Salam. Kairo)

▫▪▫▪▫▪▫▪

1⃣ Kemunculan, Perkembangan, Para Tokoh, dan Karya-Karyanya

Madzhab Syafi’i telah melalui beberapa fase kemunculannya. Sebagian ulama membaginya menjadi empat tahap, sebagian ada menyebutnya lima, dan ada yang enam, begitu terus.

Perbedaan ini muncul karena perbedaan metode mereka dalam membatasi fase dan patokan-patokannya.

Di sini, kami akan membaginya menjadi empat fase, yaitu sebagai berikut:

✅ Fase Pertama. Fase penanaman fondasi dan pembangunan

✅ Fase Kedua. Fase penyampaian dan pengenalan madzhab

✅ Fase ketiga. Fase takhashsush (pembentukan karakter dan ciri khas) dan penyebaran

✅ Fase keempat. Fase istiqrar (pemantapan/stabilisasi)

Berikut ini uraiannya:

✅ Fase Pertama. Fase Penanaman fondasi dan pembangunan

📘 Madzhab Lama (Qaul Qadim)

Imam Asy Syafi’iy Radhiallahu ‘Anhu, telah mengumpulkan berbagai corak madrasah fiqih yang telah ada sebelumnya. Beliau mempelajarinya sejak usia anak-anak, dari imam-nya Mekkah, Muslim bin Khalid Az Zanjiy dan Sufyan bin ‘Uyainah. Beliau bermukazamah dengan para ulama Mekkah sampai usia muda.

Lalu di usia hampir 20 th, dia ke Madinah dan belajar kepada Imam Malik Radhiyallahu ‘Anhu, salah satu imam madzhab terkenal pula. Beliau bersama Imam Malik sampai wafatnya sang imam (179H).

Lalu, Allah Ta’ala taqdirkan dia berjumpa dengan Imam Muhammad bin Hasan Asy Syaibaniy, pewaris ilmunya Imam Abu Hanifah (Ahlu Ar Ra’yi). Beliau berjumpa dalam waktu yang cukup lama dan banyak mengambil ilmu darinya. Setelah itu dia kembali ke Mekkah.

Di Mekkah, Beliau mengajar dan menjadi seorang Syaikh (guru dan tokoh)-nya Mekkah. Banyak penuntut ilmu yang mendatanginya, maka mulailah awal tersebar ilmu Imam Asy Syafi’iy.

Kemudian, Beliau safar ke Baghdad, di sana mengajar dan berfatwa. Hadir dalam majelisnya itu para imam dan ulama, seperti Imam Ahmad, Imam Ishaq bin Rahawaih, dan lainnya.

Ijtihad-ijtihad yang ditelurkan di asa ini, oleh para ulama diistilahkan dengan madzhab qadim (qaul qadim/pendapat lama).

📗 Madzhab Baru (Qaul Jadid)

Lalu, Imam Asy Syafi’iy mengembara ke Mesir untuk mengajar penduduknya, serta mempelajari Madzhab nya Imam Al Laits bin Sa’ad, ulamanya Mesir, melalui perantara murid-muridnya.

Beliau ke Mesir tahun 199H, di akhir-akhir tahun kehidupannya. Beliau menjumpai di Mesir pada ulama dan tokoh-tokohnya, serta para imam yang ada.

Di waktu itu, Beliau tela pelajari fiqihny Imam Al Laits, berbagai permasalahan fiqihnya Imam Al Auza’iy dan mengambil faedah darinya. Beliau menulis buku-buku baru yang diistilahkan para ulama dgn Madzhab Jadid (madzhab Baru).

📒📙📘📗📕📔📓

🖋 Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

scroll to top