Mandi Jumat, Apakah Juga Dianjurkan Bagi Wanita?

💦💥💦💥💦💥💦💥💦

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh..
Ustadz ada titipan pertanyaan..
Apa hukum mandi dihari Jum’at (mandi Jum’at) ?
Dan Wajibkah wanita mandi Jum’at?
Jazakallahu khayran Ustadz..
Wa barakallahu fiykum.. (+62 857-0560-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Ada dua pembahasan ..

📌 Bagaimana status mandi Jumat?

Mandi hari Jumat, diperselisihkan ulama antara WAJIB ataukah SUNNAH.

Pihak yang mewajibkan berdalil dengan hadits berikut.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَأَنْ يَسْتَنَّ وَأَنْ يَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَ

“Mandi pada hari Jum’at adalah WAJIB bagi orang yang sudah bermimpi (baligh), dan agar bersiwak (menggosok gigi) dan memakai wewangian bila memilikinya.”

(HR. Bukhari no. 880)

Amru bin Sulaim Al Anshariy berkata:

أَمَّا الْغُسْلُ فَأَشْهَدُ أَنَّهُ وَاجِبٌ

Ada pun mandi aku bersaksi bahwa itu adalah wajib. ( Ibid)

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

واختلف العلماء في غسل الجمعة، فحكي وجوبه عن طائفة من السلف، حكوه عن بعض الصحابة، وبه قال أهل الظاهر، وحكاه ابن المنذر عن مالك، وحكاه الخطابي عن الحسن البصري ومالك

Para ulama berselisih pendapat tentang mandi Jumat. Diceritakan bahwa segolongan salaf mengatakan wajib. Diceritakan pula bahwa itu pendapat sebagian sahabat nabi. Kalangan Ahluzh Zhahir (tekstualist) juga demikian. Ibnul Mundzir menceritakan dari Imam Malik. Al Khathabi menceritakan ini dari Hasan Al Bashri dan Imam Malik. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/133)

Sementara MAYORITAS ulama mengatakan mandi Jumat adalah sunnah, bukan wajib.

Imam An Nawawi menjelaskan lagi:

وذهب جمهور العلماء من السلف والخلف وفقهاء الأمصار إلى أنه سنة مستحبة ليس بواجب، قال القاضي: وهو المعروف من مذهب مالك وأصحابه

Mayoritas ulama salaf dan khalaf, serta ahli fiqih diberbagai penjuru negeri mengatakan bahwa itu Sunnah bukan wajib. Al Qadhi mengatakan: “Inilah yang dikenal sebagai pendapatnya Imam Malik dan sahabat-sahabatnya.” (Ibid)

Apa dalil pihak jumhur?

Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ

“Barangsiapa berwudhu pada hari Jum’at, maka itu baik, dan barangsiapa mandi -pada hari Jum’at- maka itu lebih utama.”

(HR. Ibnu Majah no. 1380, Abu Daud no. 354, Shahih)

Hadits ini menunjukkan bahwa mandi Jumat menunjukkan keutamaan saja bukan kewajiban. Ada pun hadits yang menyebut WAJIB, adalah penegas saja betapa pentingnya mandi Jumat.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengatakan:

والحاصل أن المذاهب الأربعة على استحباب غسل الجمعة وأنه ليس بواجب وهو الراجح إلا أنه ينبغي المحافظة على فعله قدر الإمكان

Kesimpulannya, madzhab yang empat berpendapat Sunnahnya mandi Jumat, bukan kewajiban, itulah yang lebih kuat argumentasinya, hanya saja selayaknya mandi Jumat benar-benar dijaga sejauh kemampuan.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 11802)

📌 Bagaimana Buat Wanita?

Wanita sunah juga mandi Jumat, TAPI jika mereka hendak ikut shalat Jumat, sdgkan jika tidak ikut maka tidak dianjurkan mandi Jumat.

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

يسن لكل من أراد حضور الجمعة , سواء الرجل والمرأة والصبي والمسافر والعبد وغيرهم ؛ لظاهر حديث ابن عمر , ولأن المراد النظافة , وهم في هذا سواء . ولا يسن لمن لم يرد الحضور ..

Disunnahkan (mandi) bagi siapa pun yang akan hadir dalam shalat Jumat. Sama saja, baik itu laki-laki, wanita, anak-anak, budak, musafir, dan selain mereka. Berdasarkan zhahir hadits Ibnu Umar, dan untuk yg bermaksud kebersihan, dalam hal ini mereka sama. Ada pun bagi yang tidak shalat Jumat tidaklah disunahkan.

(Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdab, 4/405)

Hadits Ibnu Umar yang dimaksud adalah, bahwa dari Ibnu Umar, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

من أتى الجمعة من الرجال والنساء فليغتسل , ومن لم يأتها فليس عليه غسل من الرجال والنساء

Barang siapa yang mendatangi shalat Jumat, baik pria dan wanita maka hendaknya mandi. Barang siapa yang tidak shalat Jumat, maka tidaklah mandi baik pria dan wanita. (HR. Al Baihaqi)

Imam An Nawawi mengatakan hadits ini SHAHIH. (Ibid)

Imam Ibnul Mulaqin juga mengatakan SHAHIH. (Badrul Munir, 4/649)

Sementara itu, sebagian ulama lain meragukan keshahihan hadits ini, seperti Imam Abu Daud, dan Imam Bazar.

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top