[Biografi Imam Ahlus Sunnah] Imamul ‘Azham Abu Hanifah (Bag. 2)

💦💥💦💥💦💥💦💥

Akhlak dan Ibadahnya

Asad bin Amru berkata:

أن أبا حنيفة، رحمه الله، صلى العشاء والصبح بوضوء أربعين سنة

Bahwa Abu Hanifah Rahimahullah melakukan shalat isya dan subuh dengan sekali wudhu selama 40 tahun. (As Siyar, 6/399)

Al Qadhi Abu Yusuf menceritakan:

بينما أنا أمشي مع أبي حنيفة، إذ سمعت رجلا يقول لآخر: هذا أبو حنيفة لا ينام الليل. فقال أبو حنيفة: والله لا يتحدث عني بما لم أفعل. فكان يحيى الليل صلاة وتضرعا ودعاء

Ketika saya sedang berjalan bersama Abu Hanifah, saya mendengar seseorang berkata kepada yang lain: “Inilah Abu Hanifah, dia tidak pernah tidur malam.” Lalu Abu Hanifah berkata: “Demi Allah, Dia tidak membicarakan tentang aku dengan apa-apa yang aku tidak pernah lakukan.” Maka Beliau senantiasa menghidupkan malam dengan penuh kerendahan dan banyak berdoa. (Ibid)

Imam Abdullah bin Al Mubarak berkata:

ما رأيت رجلا أوقر في مجلسه، ولا أحسن سمتا وحلما من أبي حنيفة

Saya belum pernah melihat seorang laki-laki yang lebih berwibawa di majelisnya, dan tidak ada yang lebih bagus diam dan sabarnya dibanding Abu Hanifah. (Ibid, 6/400)

Al Mutsanna bin Raja’ berkata:

جعل أبو حنيفة على نفسه، إن حلف بالله صادقا، أن يتصدق بدينار. وكان إذا أنفق على عياله نفقة تصدق بمثلها

Abu Hanifah telah bersumpah kepada Allah dengan sebenar-benarnya bahwa dia akan bersedekah dengan dinar, yaitu jika dia telah membelanjakan sejumlah uangnya untuk keluarganya, maka dia akan menyedekahkan uang sebanyak itu pula. (Ibid)

Imam Adz Dzahabi menyebutkan berbagai pujian ulama tentang akhlak dan ibadahnya Imam Abu Hanifah:

وعن شريك قال: كان أبو حنيفة طويل الصمت، كثير العقل. وقال أبو عاصم النبيل: كان أبو حنيفة يسمى الوتد لكثرة صلاته. وروى بن إسحاق السمرقندي، عن القاضي أبي يوسف قال: كان أبو حنيفة يختم القرآن كل ليلة في ركعة. يحيى بن عبدالحميد الحماني، عن أبيه أنه صحب أبا حنيفة ستة أشهر، قال: فما رأيته صلى الغداة إلا بوضوء عشاء الآخرة، وكان يختم كل ليلة عند السحر.

Dari Syarik, dia berkata: “Imam Abu Hanifah  lama diamnya dan banyak akalnya (cerdas).” Berkata Abu ‘Ashim An Nail: “Abu Hanifah juga dinamakan Al Watid karena banyak shalatnya.” Ibnu Ishaq As Samarqandi meriwayatkan dari Al Qadhi Abu Yusuf: “Abu Hanifah mengkhatamkan Al Quran setiap malam dalam satu rakaat.” Yahya bin Abdul Hamid Al Himani, dari ayahnya bahwa Dia menemani Abu hanifah selama enam bulan, dia berkata: “Aku belum pernah melihatnya shalat subuh melainkan dengan wudhu shalat isya, dan dia senantiasa mengkhatamkan Al Quran setiap malam pada waktu sahur. (Ibid)

Diriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah telah mengkhatamkan Al Quran 7000 kali. (Ibid)

Imam Adz Dzahabi juga menceritakan:

عن القاسم بن معن، أن أبا حنيفة قام ليلة يردد قوله تعالى: (بل الساعة موعدهم والساعة أدهى وأمر) [ القمر: 46 ] ويبكي ويتضرع إلى الفجر

Dari Al Qasim bin Mu’in, bahwa Imam Abu Hanifah bangun untuk shalat malam dan mengulang-ulang firman Allah Ta’ala: (sebenarnya hari kiamat Itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (QS. Al Qamar: 46), lalu Beliau menangis dan tertunduk hingga fajar. (Ibid, 6/401)

Yazid bin Harun berkata:

ما رأيت أحدا أحلم من أبي حنيفة

Saya belum pernah melihat seorang pun yang lebih penyabar dibanding Abu Hanifah. (Ibid)

Sanjungan ulama terhadap ilmu dan kecerdasannya

Hayyan bin Musa Al Marwadzi berkata:

سئل ابن المبارك: مالك أفقه، أو أبو حنيفة ؟ قال: أبو حنيفة

Ibnul Mubarak ditanya: “Mana yang lebih faham tentang fiqih, Malik atau Abu Hanifah? Beliau berkata: Abu Hanifah.” (Ibid, 6/402)

Imam Yahya Al Qaththan berkata:

لا نكذب الله، ما سمعنا أحسن من رأي أبي حنيفة، وقد أخذنا بأكثر أقواله

Kami tidak membohongi Allah, kami belum pernah mendengar pendapat yang lebih baik dibanding pendapat Abu Hanifah, dan kami telah mengambil lebih banyak dari pendapatnya. (Ibid)

Disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi:

وقال علي بن عاصم: لو وزن علم الامام أبي حنيفة بعلم أهل زمانه، لرجح عليهم
وقال حفص بن غياث: كلام أبي حنيفة في الفقه، أدق من الشعر، لا يعيبه إلا جاهل
وقال جرير: قال لي مغيرة: جالس أبا حنيفة تفقه، فإن إبراهيم النخعي لو كان حيا لج

السه
وقال ابن المبارك: أبو حنيفة أفقه الناس. وقال الشافعي: الناس في الفقه عيال على أبي حنيفة

Berkata Ali bin ‘Ashim: “Seandainya ditimbang ilmu Imam Abu Hanifah dengan ilmu manusia yang hidup pada zamannya, niscaya ilmunya lebih berat dibanding mereka.”
Berkata Hafsh bin Ghiyats: “Perkataan Abu Hanifah dalam fiqih, lebih dalam dibanding syair, dan tidak ada yang meng-’aibkan dirinya melainkan orang bodoh.”
Jarir berkata: Mughirah berkata kepadaku: “Duduklah bersama Abu Hanifah niscaya kau  akan mengerti, sungguh seandainya Ibrahim An Nakha’i hidup niscaya dia (Ibrahim) akan duduk dihadapannya (untuk belajar).”

Ibnul Mubarak berkata: “Abu Hanifah adalah manusia paling paham tentang fiqih.”

Asy Syafi’i berkata: “Dalam fiqih, manusia (para ulama) adalah satu keluarga dengan Abu Hanifah.” (Ibid, 6/403)

Imam Asy Syafi’i berkata:

قيل لمالك: هل رأيت أبا حنيفة ؟ قال: نعم. رأيت رجلا لو كلمك في هذه السارية أن يجعلها ذهبا لقام بحجته

Ditanyakan kepada Imam Malik: “Apakah engkau pernah melihat Imam Abu Hanifah? Beliau berkata: “Ya, aku melihat seorang laki-laki yang jika dia mengatakan kepadamu bahwa dia ingin menjadikan tiang ini emas, maka itu akan terjadi karena hujjah yang dimilikinya.” (Ibid, 6/399)

Imam Abdullah bin Al Mubarak berkata:

لولا أن الله أعانني بأبي حنيفة وسفيان، كنت كسائر الناس

Kalau bukan pertolongan Allah kepadaku melalui  Abu Hanifah dan Sufyan Ats Tsauri, niscaya aku sama saja dengan kebanyakan manusia (awam). (Ibid, 6/398)

Beliau juga berkata:

إن كان الأثر قد عرف واحتيج إلى الرأي فرأي مالك وسفيان وأبي حنيفة وأبو حنيفة أحسنهم وأدقهم فطنة وأغوصهم على الفقه وهو أفقه الثلاثة

Walau pun atsar sudah diketahui, berhujahlah dengan pendapat juga yaitu pendapat Malik, Sufyan, dan Abu Hanifah. Pendapat Abu Hanifah adalah terbaik diantara mereka, lebih detil kecerdasannya, lebih dalam fiqihnya, dan  dia lebih faqih di antara bertiga itu. (Akhbar Abi Hanifah, hal. 84)

Muhammad bin Bisyr berkata: Aku pernah bergantian mengunjungi Sufyan Ats Tsauri dan Abu Hanifah. Ketika aku mendatangi Abu Hanifah dia bertanya: “Dari mana kamu?” Aku jawab: “Aku datang dari sisi Sufyan Ats Tsauri.” Abu Hanifah menjawab: “Engkau datang dari sisi seorang laki-laki yang sendainya ‘Alqamah dan Al Aswad melihat semisal orang itu (maksudnya Sufyan), maka mereka berdua akan berhujjah dengannya.” Lalu aku mendatangi Sufyan Ats Tsauri, dia bertanya: “Dari mana kamu?” Aku jawab: “Aku datang dari sisi Abu Hanifah.” Sufyan menjawab: “Engkau datang dari sisi seorang  yang paling faqih di antara penduduk bumi.” (Tarikh Baghdad, 15/459)

Syadad bin Hakim berkata:

ما رأيت أعلم من أبي حنيفة

Aku belum pernah melihat orang yang lebih berilmu dibanding Abu Hanifah. (Ath Thabaqat As Sunniyah fi Tarajim Al Hanafiyah, Hal. 29)

Abdullah bin Daud pernah berkomentar tentang orang yang suka menggunjingkan Imam Abu Hanifah:

لايتكلم فِي أبي حنيفَة إِلَّا أحد رجلَيْنِ إِمَّا حَاسِد لعلمه وَإِمَّا جَاهِل بِالْعلمِ

Tidak ada yang menggunjingkan Abu Hanifah melainkan satu di antara dua laki-laki:  orang yang dengki terhadap ilmunya, dan orang yang bodoh terhadap keilmuannya. (Imam Al Husein bin Ali bin Muhammad Al Hanafi, Akhbar Abi Hanifah, Hal. 64)

Bisyar bin Qirath menceritakan tentang kedudukan Imam Abu Hanifah dan Imam Sufyan Ats Tsauri:

حججْت مَعَ أبي حنيفَة وسُفْيَان فَكَانَا إِذا نزلا منزلا أَو بَلْدَة اجْتمع عَلَيْهِمَا النَّاس وَقَالُوا فَقِيها الْعرَاق فَكَانَ سُفْيَان يقدم أَبَا حنيفَة وَيَمْشي خَلفه وَإِذا سُئِلَ عَن مَسْأَلَة وأبوحنيفة حَاضر لم يجب حَتَّى يكون أَبُو حنيفَة هُوَ الَّذِي يُجيب

Aku haji bersama Abu Hanifah dan Sufyan, jika mereka berdua berhenti di sebuah tempat atau negeri manusia berkumpul mengelilingi mereka, mereka bilang: “Ahli Fiqihnya Irak (maksudnya Abu Hanifah).” Sufyan lebih mendahulukan Abu Hanifah, dia berjalan di belakangnya dan jika dia ditanya sebuah masalah dan hadir di situ Abu Hanifah, dia tidak akan menjawabnya sampai Abu Hanifah-lah yang menjawabnya. (Ibid, Hal. 73)

Bersambung ….

🍃🌴🌺☘🌷🌸🌾🌻

✏ Farid Nu’man Hasan

Serial Biografi Imam Abu Hanifah

[Biografi Imam Ahlus Sunnah] Imamul ‘Azham Abu Hanifah (Bag. 1)

[Biografi Imam Ahlus Sunnah] Imamul ‘Azham Abu Hanifah (Bag. 2)

[Biografi Imam Ahlus Sunnah] Imamul ‘Azham Abu Hanifah (Bag. 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top