[Marhalah Da’wah] Marhalah Makkiyah

💢💢💢💢💢

🌸Mukadimah

📌 Marhalah Da’wah itu proses yang syar’i (Sunnah Syar’iyyah). Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat. (QS. Asy Syu’ara: 214)

📌Marhalah Da’wah itu proses yang alami (Sunnatullah fil Kaun), apa yang ada dalam jagat raya pun terjadi secara bertahap.

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. (QS. Fushilat: 12)

📌Allah Ta’ala juga menciptakan manusia dalam perut ibunya secara bertahap. Tidak langsung jadi bayi.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.
(QS. Al Mu’minun: 12-14)

📌Saat hidup di dunia pun kita mengalami kehidupan yang bertahap, bayi, anak, remaja dewasa, tua.

Durus wa ‘Ibar (Pelajaran dan hikmah)

💦Maka, tidak selayaknya seorang muslim terburu-buru dalam da’wah.

💦Tidak selayaknya pula seorang muslim menuduh yang tidak-tidak terhadap strategi dan proses da’wah yang dilakukan saudaranya.

🌸Marhalah Makkiyah (Fase Da’wah di Mekkah)

📌Mekkah adalah kota perdagangan dan gembala. Kehidupannya masyarakatnya nomaden. Banyak suku dan kabilah. Pada masa jahiliyah sering terjadi perang saudara.

📌Da’wah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dikota Mekkah sangat keras penentangannya seiring watak keras masyarakatnya. Oleh karena itu di fase ini tidak terlalu banyak pengikut dan berkali-kali ditindas, diusir, dan embargo.

Sisi Objek Da’wah

📌Da’wah Islam masih bersifat sembunyi-sembunyi (Sirriyatud Da’wah), demi menjaga keamanannya (amniyatud da’wah).

📌Zona yang dida’wahi juga bukan orang jauh, tapi keluarga dulu. Oleh karena itu, yang menyambut da’wah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam juga orang dekat, yaitu Khadijah (istri), Ali (keponakan), Zaid bin Haritsah (anak angkat), dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

📌Sebagai fondasi da’wah ini sangat penting, sebab support keluarga merupakan amunisi ruhiyah yang paling berpengaruh terhadap jiwa.

📌Setelah ini kuat, barulah da’wah melebar kepada kerabat jauh, tetangga, dan masyarakat Mekkah. Dimulai dari rumah Arqam bin Abi Arqam seorang remaja tapi pengusaha.

📌Yang menyambut da’wah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam rata-rata anak muda, dan orang Dhu’afa. Tidak seberapa yang kaya, seperti Abu Bakar, ‘Utsman, dan Abdurrahman bin ‘Auf.

Durus wa ‘Ibar:

💦Janganlah melupakan da’wah di keluarga, sebab Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.. (QS. At Tahrim: 6)

💦Jangan melupakan da’wah kepada masyarakat, sebab da’wah butuh dukungan banyak manusia.

💦Jangan mencari musuh sebab musuh tanpa dicari pun sudah sedemikian banyak. Maka, pandai-pandailah menjaga kerahasiaan da’wah di saat masih sedikit dan lemah.

Pentingnya Back Up Da’wah

📌Saat masih lemah, da’wah mesti amat sangat dijaga. Termasuk juga dijaga keamanannya secara politik. Maka, dari itu di antara tokoh-tokoh yang di da’wahi tidak tanggung-tanggung; Abu Thalib, Abu Jahal, dan Abu Sufyan. Dari ketiganya, hanya Abu Thalib yg mau melindungi walau tidak mau masuk Islam. Ini sebuah poin tersendiri mengingat Abu Thalib adalah tokoh Bani Hasyim yg disegani di Mekkah.

📌Pemuda yang juga masuk Islam adalah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu. Ini amunisi sangat berarti. Sampai Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan bahwa Umat Islam senantiasa berwibawa sejak masuk Islamnya Umar.

📌Secara komunitas, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam juga dibantu oleh Bani Khuza’ah, untuk melawan Bani – Bani memusuhi Islam. Bani Khuza’ah adalah musyrik, tp permusuhan mereka tidak sekeras lainya. (Kemudian hari Bani Khuza’ah juga memerangi kaum muslimin di perang Hunain, setelah Fathul Makkah).

📌Ini merupakan upaya memanfaatkan kekuatan musuh untuk melawan musuh. Secara strategi perang, ini merupakan taktik luar biasa dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Durus wa ‘Ibar

💦Kenyataan ini menunjukkan orang kafir itu beragam, sebagaimana beragamnya manusia secara umum. Mereka ada yang memusuhi Islam, netral, mendukung Islam walau tidak masuk Islam

💦Hendaknya umat Islam mampu menjadikan potensi yang sebenarnya “memusuhi”, bisa diubah dan dijadikan senjata bagi kaum muslimin ..

💦Jangan alergi politik, sebab da’wah mesti dijaga oleh kekuatan. Oleh krn itu kata Imam Al Ghazali agama dan negara adalah dua saudara kembar.

Konten Da’wah

📌Fase Makkiyah, titik utama da’wah adalah tauhid. Keimanan kepada Allah, Nabi, Al Qur’an, hari akhir, dan konten aqidah lainnya.

📌Ini sangat vital sebagai asas kepribadian muslim dan masyarakat muslim. Maka, tidak dibenarkan da’wah melewati konten-konten ini. Sebab ini adalah Ushul, hal pokok dalam agama.

📌Pembahasan tentang fiqih, hudud, jihad, dan pembebanan lainnya belum disampaikan kecuali saat mereka sudah siap. Shalat wajib yang lima saja disyariatkan saat Isra Mi’raj, yaitu tahun 11 fase Makkiyah.

Durus wa ‘Ibar

💦Tanamkanlah aqidah agar lahir cinta kepada Allah, Rasul, dan Islam

📌Masalah2 fiqih dan cabang akan mengikuti nantinya, sebab kalau sudah cinta maka mereka akan mencari sendiri untuk mengetahuinya

Menjelang Hijrah

📌Selama di Mekkah ada dua hijrah kecil, sebelum hijrah ke Madinah. Yaitu ke Habasyah/Etiopia, yang dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib. Lalu ke Thaif tempatnya Bani Tsaqif, dipimpin Nabi Shalallahu’Alaihi wa Sallam.

📌Hijrah menunjukkan cara yang mungkin ditempuh utk menyelamatkan da’wah jika memang masyakarat sangat keras penolakannya, sekaligus membuka lahan baru.

📌Hijrah Nabi ke Madinah, menunjukkan bahwa Mekkah memang bukan daerah subur bagi da’wah. Madinah dipilih Krn masyarakatnya yg petani, relatif lebih lembut dan mudah menerima dibanding pedagang di Mekkah.

📌Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam menyiapkan secara matang utk hijrah, mulai dari yg mengcontioning keislaman Madinah, yaitu Mush’ab bin Umair Radhiallahu ‘Anhu. Yang menemani Nabi yaitu Abu Bakar, yang memberikan rute yaitu Abdullah bin Uraiqit (seorang musyrik Mekkah), dan melibatkan wanita untuk urusan makanan, Asma binti Abu Bakar. Serta Umar bin Khathab yg hijrah paling akhir, sebab dia seorang yang amat ditakuti oleh penduduk Mekkah.

Durus wa ‘Ibar

💦Jangan putus asa dalam da’wah, bumi Allah itu luas

💦Carilah tempat yang lebih kondusif bagi da’wah Islam

💦Da’wah tidak boleh berhenti bagaimana pun keadaannya

Wallahu a’lam

🌸🌷🎋🌹🍃☘🍀

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top