Menunda Shalat Karena Ada Kajian / Proses Belajar Mengajar

โ˜€💦โ˜€💦โ˜€💦

📌 Pertanyaan:

bagaimanakah pndapat ulama mengenai menunda sholat berjamaah karena ada kajian? semisal kajian mulai dhuhur sampai jam 4 . atau mulai maghrib sampai jam 8. Jzk

📌 Jawaban:

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ba’d:

Pada dasarnya, shalat mesti pada waktunya

Memang idealnya shalat adalah tepat waktu, sesuai hadits berikut, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah ditanya oleh Abdullah bin Masโ€™ud:

ุฃูŽูŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุจูุฑู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡
โ€œAmal apakah yang paling Allah cintai?โ€ Rasulullah menjawab: โ€œShalat tepat waktu,โ€ Oang itu bertanya: โ€œKemudian apa lagi?โ€ Beliau menjawab: โ€œBerbakti kepada kedua orang tua.โ€ Orang itu bertanya lagi: โ€œKemudian apa lagi?โ€ Beliau menjawab: โ€œJihad fi sabilillah.โ€ 1)

Dari sini kita bisa mengetahui keutamaan yang sangat tinggi tentang shalat tepat waktu, bahkan lebih Allah Taโ€™ala cintai dibanding berbakti kepada kedua orang tua dan jihad fi sabilillah.

Disebutkan dalam Fathul Bari sebagai berikut:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุจู’ู† ุจูŽุทู‘ูŽุงู„ ูููŠู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูุฏูŽุงุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุฃูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ ู…ูู†ู’ ุงู„ุชู‘ูŽุฑูŽุงุฎููŠ ูููŠู‡ูŽุง ุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุดูŽุฑูŽุทูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจู‘ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูุฐูŽุง ุฃูู‚ููŠู…ูŽุชู’ ู„ููˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู .

Berkata Ibnu Baththal: โ€œDalam hadits ini ditegaskan bahwa bersegera shalat pada waktunya merupakan perbuatan paling utama dibanding mengulur-ngulur waktu, karena tepat waktu merupakan syarat amal tersebut menjadi amal yang paling utama, maka ditegakkannya shalat pada waktunya, itulah yang dianjurkan.โ€ 2)

📒ย Menunda karena Proses Menuntut Ilmu

Ini keadaan dibolehkannya mengakhirkan waktu shalat, bahkan menjamak dengan shalat selanjutnya (yakni zhuhur dengan ashar, maghrib dengan isya).

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุดูŽู‚ููŠู‚ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฎูŽุทูŽุจูŽู†ูŽุง ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุบูŽุฑูŽุจูŽุชู’ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุจูŽุฏูŽุชู’ ุงู„ู†ู‘ูุฌููˆู…ู ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุชูŽู…ููŠู…ู ู„ูŽุง ูŠูŽูู’ุชูุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุซูŽู†ููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ
ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฃูŽุชูุนูŽู„ู‘ูู…ูู†ููŠ ุจูุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ู„ูŽุง ุฃูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ูˆูŽุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุดูŽู‚ููŠู‚ู ููŽุญูŽุงูƒูŽ ูููŠ ุตูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ููŽุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุฃูŽุจูŽุง ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ููŽุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูู‡ู ููŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ู…ูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชูŽู‡ู

Dari Abdullah bin Syaqiq, dia berkata: Ibnu Abbas berkhutbah kepada kami, pada hari setelah โ€˜ashar sampai matahari terbenam, hingga nampak bintang-bintang, sehingga manusia berteriak: โ€œshalat .. shalat ..!โ€ Lalu datang laki-laki dari Bani Tamim yang tidak hentinya berteriak: shalat.. shalat!. Maka Ibnu Abbas berkata: โ€œApa-apaan kamu, apakah kamu hendak mengajari saya sunah?โ€, lalu dia berkata: โ€œSaya telah melihat Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa sallam menjamak antara zhuhur dan ashar, serta maghrib dan isya.โ€ Berkata Abdullah bin Syaqiq: โ€œMasih terngiang dalam dada saya hal itu, maka aku datang kepada Abu Hurairah, aku tanyakan dia tentang hal itu, dia membenarkan keterangan Ibnu โ€˜Abbas tersebut.โ€ 3)

Nah, Apa yang saudara tanyakan adalah termasuk kategori ini. Selain halangan di atas, halangan lainnya adalah semua halangan dan kesulitan yang membolehkan untuk menjamak shalat, maka itu juga berlaku untuk masalah ini, seperti hujan, cuaca buruk, perang, safar, sakit, rasa takut, dan lain-lain. Bahkan Imam As Suyuthi mengatakan adanya empat puluh udzur dibolehkannya mentaโ€™khir shalat. Tetapi, jika melakukan itu menjadi kebiasaan yang akhirnya melahirkan fitnah (keributan) di tengah manusia karena banyak yang belum paham, maka lebih baik tinggalkan, atau tidak menjadikannya sebagai kebiasaan.

Wallahu Aโ€™lam

🍃🍃🍃🍃🍃

[1] HR. Al Bukhari No. 527, Muslim No. 85
[2] Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 2/9
[3] HR. Muslim No. 705

🌺🌸🍃🌹🍀🌾🌴🌾

โœ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top